Mengenal Standar Baru Pemodelan Proses Bisnis: BPMN
Selamat Datang di Blog Kami! Mengenal Standar Baru Pemodelan Proses Bisnis: BPMN
Ringkasan ini dibuat sendiri dan dengan bahasa sendiri berdasarkan materi yang di peroleh dari kelas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi, dan Kanal Pendidikan Cahyana https://s.id/KanalPendidikanCahyana
Halo para pengunjung blog yang budiman! Kami sangat senang Anda berada di sini untuk mendalami dunia Business Process Management (BPM) dan notasi standarnya yang baru, Business Process Modeling Notation (BPMN). Kami berharap rangkuman ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana BPMN menjembatani kesenjangan antara desain bisnis dan implementasi teknologi.
____________________________________________
Rangkuman: Pengantar BPMN dan Manajemen Proses Bisnis
1. Apa Itu BPMN?
BPMN adalah singkatan dari Business Process Modeling Notation, yang merupakan standar baru yang ditetapkan untuk memodelkan proses bisnis dan proses layanan web. Inisiatif ini dipelopori oleh Business Process Management Initiative (BPMI),. Tujuan utama BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis, termasuk analis bisnis yang membuat draf awal, pengembang teknis yang bertanggung jawab mengimplementasikan teknologi, dan orang-orang bisnis yang mengelola serta memantau proses tersebut,.
BPMN mendefinisikan hanya satu diagram—yaitu Business Process Diagram (BPD),. Diagram ini dirancang untuk mudah digunakan dan dipahami, memungkinkan pemodelan proses bisnis yang cepat dan mudah. BPD menggunakan teknik flowcharting (bagan alir) yang disesuaikan untuk membuat model grafis operasi proses bisnis.
2. BPMN sebagai Pendorong Business Process Management (BPM)
BPMN adalah pendorong inti bagi inisiatif arsitektur perusahaan yang disebut Business Process Management (BPM),. BPM berfokus pada pengelolaan perubahan dengan tujuan meningkatkan proses bisnis,.
BPM menyatukan berbagai disiplin ilmu yang sebelumnya terpisah—seperti Pemodelan Proses, Simulasi, Aliran Kerja (Workflow), Integrasi Aplikasi Perusahaan (EAI), dan integrasi Business-to-Business (B2B)—menjadi satu standar tunggal. Manajemen proses perubahan yang efektif membutuhkan standar untuk pemodelan bisnis dan bahasa eksekusi bisnis.
3. Elemen Dasar dalam Business Process Diagram (BPD)
BPD terdiri dari empat kategori dasar elemen grafis: Flow Objects, Connecting Objects, Swimlanes, dan Artifacts.
• Flow Objects: Ini adalah tiga elemen inti yang membentuk struktur dasar proses bisnis: Event (lingkaran), Activity (persegi panjang), dan Gateway (berlian),.
• Events adalah sesuatu yang "terjadi" selama proses dan biasanya memiliki pemicu atau dampak. Event dapat memulai, terjadi di tengah, atau mengakhiri aliran proses.
• Activities adalah jaringan "melakukan sesuatu". Tiga jenis aktivitas (berdasarkan hierarki) adalah Proses, Sub-Proses, dan Tugas. Tugas adalah proses tingkat terendah yang tidak diuraikan lebih lanjut,.
• Gateways memodelkan titik keputusan, penggabungan (merge), percabangan (fork), dan penyatuan (join) dalam aliran proses.
• Connecting Objects: Digunakan untuk menghubungkan Flow Objects.
• Sequence Flow (garis solid dengan panah terisi) menunjukkan urutan eksekusi proses,. Sequence Flow hanya dapat ditarik di antara elemen-elemen dalam Pool yang sama (di dalam satu organisasi/departemen),.
• Message Flow (garis putus-putus dengan panah terbuka) digunakan untuk memodelkan pertukaran pesan antar dua Partisipan Proses yang terpisah (antar Pool),.
• Swimlanes: Digunakan untuk mengatur aktivitas ke dalam kategori visual.
• Pool mewakili Partisipan dalam Proses, seperti organisasi,. Pool bertindak sebagai wadah grafis yang memisahkan satu set aktivitas dari Pool lainnya, sering digunakan dalam konteks B2B,.
• Lane adalah sub-partisi di dalam Pool dan sering kali mewakili departemen atau peran dalam organisasi,,.
• Artifacts: Memberikan konteks tambahan pada model. Tiga Artifacts yang telah ditetapkan adalah Data Objects (menunjukkan bagaimana data dibutuhkan atau dihasilkan oleh aktivitas), Group (digunakan untuk dokumentasi atau analisis, tidak memengaruhi Sequence Flow), dan Annotations (memberikan informasi teks tambahan).
4. Nilai dan Keunggulan Teknis BPMN
BPMN dirancang dengan layanan web dalam pikiran,. Pembuatan layanan web mencakup empat tahap: desain dengan BPMN, simulasi, publikasi menggunakan bahasa eksekusi proses bisnis, dan orkestrasi oleh Business Process Management System (BPMS).
Keunggulan fundamental BPMN terletak pada fondasi matematisnya yang kuat—menggunakan cabang Pi-Calculus dari Process Calculi,. Fondasi yang ketat ini memungkinkan diagram BPMN untuk dipetakan secara langsung ke bahasa eksekusi proses bisnis berbasis XML, seperti Business Process Modeling Language (BPML) dari BPMI atau Business Process Execution Language For Web Services (BPEL4WS).
Pemetaan langsung ini mengatasi masalah historis di mana model proses yang dikembangkan oleh orang bisnis harus diterjemahkan secara manual ke dalam model yang dapat dieksekusi oleh sistem IT, sebuah proses yang rentan terhadap kesalahan. Dengan demikian, BPMN menciptakan jembatan standar yang menjembatani kesenjangan antara desain proses bisnis dan implementasi proses.
Dibandingkan dengan Unified Modeling Language (UML), BPMN menawarkan teknik pemodelan aliran proses yang lebih sesuai dengan cara kerja analis bisnis, yang mengadopsi pendekatan berpusat pada proses (process-centric),. Meskipun UML dapat memodelkan proses, pendekatannya yang berorientasi objek dianggap asing bagi sebagian besar analis bisnis. Namun, BPMN dan UML diharapkan dapat hidup berdampingan; BPMN dapat digunakan sebagai front-end pemodelan bisnis yang solid untuk desain sistem dengan UML,.
Daftar Pustaka
1. Owen, Martin, and Raj, Jog. "BPMN and Business Process Management: Introduction to the New Business Process Modeling Standard".
2. White, Stephen A. "Introduction to BPMN".
Komentar
Posting Komentar