SISTEM TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Masyarakat Informasi: Fondasi, Peran Teknologi, dan Keunggulan Kompetitif di Era Digital
Kita hidup di tengah era yang ditandai dengan integrasi teknologi yang mendalam dalam setiap aspek kehidupan dan bisnis. Transformasi ini melahirkan apa yang kita kenal sebagai Masyarakat Informasi, sebuah bentuk masyarakat baru di mana struktur sosialnya didasarkan pada pembuatan, distribusi, akses, dan penggunaan informasi secara bebas. Tujuan utama dari Masyarakat Informasi adalah untuk memperoleh keuntungan kompetitif melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Untuk memahami bagaimana Masyarakat Informasi beroperasi dan mencapai tujuannya, kita perlu meninjau dua fondasi utamanya: Sistem Informasi (SI) sebagai kerangka kerja konseptual dan Teknologi Informasi (TI) sebagai komponen pendukung yang memungkinkan fungsi tersebut berjalan.
Fondasi Inti: Sistem Informasi (SI) dan Sumber Daya Utamanya
Secara teknis, Sistem Informasi (SI) didefinisikan sebagai seperangkat komponen yang saling terkait yang mengumpulkan (atau mengambil), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kontrol dalam suatu organisasi. Intinya, SI adalah sistem yang menerima sumber daya data sebagai masukan dan memprosesnya menjadi produk informasi sebagai keluaran.
Perlu dipahami bahwa informasi adalah data yang telah diringkas atau dimanipulasi agar berguna dalam pengambilan keputusan, sedangkan data adalah fakta dan angka mentah yang diproses menjadi informasi.
Model SI terdiri dari lima sumber daya utama yang saling bekerja sama:
- Sumber Daya Manusia (SDM): Ini mencakup pengguna akhir (end users) yang menggunakan sistem dan informasi yang dihasilkan, serta spesialis sistem informasi (seperti analis sistem dan pengembang perangkat lunak) yang bertanggung jawab mengembangkan dan mengoperasikan SI.
- Sumber Daya Perangkat Keras: Meliputi semua perangkat fisik (machines) dan media data (media) yang digunakan dalam pemrosesan informasi, seperti komputer, monitor, printer, dan disk magnetik atau optik.
- Sumber Daya Perangkat Lunak: Mencakup program (instruksi yang dikodekan secara elektronik untuk perangkat keras) dan prosedur (instruksi operasi bagi pengguna). Perangkat lunak dibagi lagi menjadi perangkat lunak sistem (misalnya sistem operasi) dan perangkat lunak aplikasi (misalnya program penggajian atau pengolah kata).
- Sumber Daya Data: Data mentah yang disimpan dan diakses, biasanya diorganisasi ke dalam basis data (menampung data terorganisir) atau basis pengetahuan (menampung pengetahuan dalam bentuk fakta, aturan, dan contoh kasus).
- Sumber Daya Jaringan: Meliputi media komunikasi (seperti kabel atau nirkabel) dan infrastruktur jaringan yang mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi.
Kelima sumber daya ini terlibat dalam lima aktivitas dasar SI: Pemasukan (mengumpulkan dan mengubah data), Pemrosesan (memanipulasi data menjadi informasi, seperti menghitung, membandingkan, mengurutkan), Penyimpanan (menyimpan data dan informasi), Pengeluaran (menyampaikan informasi kepada pengguna akhir), dan Kendali (memastikan sistem berfungsi dengan benar melalui mekanisme feedback).
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Dalam konteks SI, Teknologi Informasi (TI) adalah komponen sistem informasi selain sumber daya manusia. TI sendiri didefinisikan sebagai teknologi yang membantu memproduksi, memanipulasi, menyimpan, mengomunikasikan, dan/atau menyebarluaskan informasi.
Istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) muncul sebagai konvergensi teknologi telekomunikasi (komunikasi) dan komputer. TIK memainkan peran penting dan terus berkembang dalam bisnis, membantu semua jenis perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan kolaborasi.
Infrastruktur TIK menjadi inti dari era digital saat ini. Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) mencakup fasilitas fisik, komponen TI, layanan, dan personel yang mendukung seluruh organisasi. Infrastruktur inilah yang memungkinkan lahirnya platform digital seluler (mobile digital platform), penggunaan data besar (big data), dan pertumbuhan cloud computing, yang semuanya mengubah cara manajer berbisnis dan berkomunikasi.
TIK, terutama melalui Internet, telah membebaskan Masyarakat Informasi dari tirani geografi. Konvergensi teknologi ini memungkinkan setiap orang berinteraksi dalam komunitas virtual dan mendapatkan layanan informasi dan komunikasi global tanpa dibatasi oleh batas-batas fisik.
Mencapai Keunggulan Kompetitif melalui Literasi Informasi
Penggunaan SI memiliki tiga peran vital dalam perusahaan: dukungan terhadap proses dan operasi bisnis, dukungan terhadap pengambilan keputusan, dan dukungan terhadap strategi keunggulan kompetitif.
Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah sistem yang menerapkan teknologi informasi pada produk, layanan, atau proses bisnis suatu perusahaan untuk membantunya memperoleh keuntungan strategis atas pesaingnya. Dalam Masyarakat Informasi, keunggulan kompetitif ini diperoleh melalui inovasi dalam penerapan teknologi, seperti penerapan sistem touch-screen kiosks yang terhubung ke situs e-commerce untuk membangun loyalitas pelanggan.
Namun, partisipasi penuh dalam Masyarakat Informasi mensyaratkan bahwa individu tidak hanya memiliki akses TIK, tetapi juga harus beranjak dari buta informasi menjadi melek informasi dan cerdas TIK.
Keahlian Melek Informasi adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan, memiliki kemampuan untuk mengakses atau menemukannya, dan memproses informasi tersebut untuk menciptakan nilai. Tahapan keahlian ini meliputi:
- Menentukan tugas dan mengidentifikasi informasi: Memahami informasi penting yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
- Strategi penemuan informasi: Mengidentifikasi sumber yang tersedia, kapan, dan bagaimana mengaksesnya (termasuk menggunakan basis data daring/online secara efisien dengan mesin pencari).
- Menggunakan informasi: Mengenali informasi yang dicari, menilai kredibilitas dan akurasinya, dan mengetahui kapan pencarian harus diakhiri.
- Sintesis: Menganalisis dan menyusun informasi yang ditemukan menjadi pengetahuan baru.
- Evaluasi: Kemampuan tertinggi, mencakup menyimpan dan memelihara informasi yang diperoleh untuk penggunaan selanjutnya.
Dengan demikian, Masyarakat Informasi adalah siklus yang dinamis: TIK menyediakan infrastruktur, SI menyediakan kerangka kerja untuk memproses data, dan literasi informasi memungkinkan individu dan organisasi memanfaatkan proses ini secara strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif.
Kesimpulan
Masyarakat Informasi dicirikan oleh pemanfaatan informasi sebagai sumber daya strategis utama, didukung oleh Sistem Informasi (SI) yang mengolah data melalui lima sumber daya (manusia, perangkat keras, perangkat lunak, data, dan jaringan), dan didorong oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menyediakan sarana akses dan komunikasi global. Untuk berhasil, individu dan organisasi harus menguasai Keahlian Melek Informasi, yang merupakan kunci untuk memanfaatkan TIK demi mencapai keunggulan kompetitif dan pembangunan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
- 02 Sistem dan Teknologi Informasi.pdf
- A. Williams Sawyer - Using Information Technology.pdf
- B. Obrien Marakas - Introduction to Information System.pdf
- C. Laudon - Management Information System.pdf
- D. Rainer Cegielsky - Introduction to Information System.pdf
- E. Cahyana - Aktivitas dan Kompetensi Relawan TIK.pdf


Komentar
Posting Komentar