Perangkat Lunak Komputer

Membangun Masyarakat Informasi yang Kompetitif



Membongkar Kerangka Kerja Pemenuhan Informasi Digital


    Di era digital yang semakin maju, konsep Masyarakat Informasi telah menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan utama masyarakat ini adalah memperoleh keuntungan kompetitif melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Untuk mencapai tujuan ini, setiap individu, baik pengguna akhir maupun spesialis TI, harus mampu berinteraksi secara efektif dan cerdas dengan informasi dan teknologi.

    Informasi sendiri didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi format yang berarti dan berguna bagi penggunanya. Proses pengubahan data menjadi informasi inilah yang terjadi di dalam Sistem Informasi (SI). SI bertindak sebagai sistem yang menerima sumber daya data sebagai masukan dan memprosesnya menjadi produk informasi sebagai keluaran.

    Untuk memastikan bahwa proses pemenuhan informasi ini berjalan secara terstruktur dan efisien dalam Masyarakat Informasi, kita dapat merujuk pada kerangka kerja yang memetakan tahapan proses dan perangkat teknologi yang terlibat. Kerangka kerja ini sangat krusial, mengingat keputusan dan operasi yang efektif sangat dipengaruhi oleh kualitas data dan informasi.


Tahapan Proses Pemenuhan Informasi (Kerangka Kerja Esensial)

    Proses pemenuhan informasi merupakan serangkaian aktivitas penting yang dijalankan untuk mengubah data mentah menjadi pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti. Aktivitas ini sangat erat kaitannya dengan tingkat Keahlian Melek Informasi seseorang.

    Secara konseptual, aktivitas SI dikelompokkan menjadi lima, yang mencakup pemasukan sumber daya data, pemrosesan, pengeluaran produk informasi, penyimpanan, dan pengendalian kinerja sistem. Mengikuti alur kerangka kerja yang adaptif, tahapan proses pemenuhan informasi dapat dibagi menjadi lima tahap utama:

  • Analisis Kebutuhan Informasi Tahap ini sejajar dengan level keahlian melek informasi “Menentukan tugas dan mengidentifikasi informasi”. Pengguna menentukan spesifikasi informasi yang diperlukan, termasuk batasan, format penyajian, dan tenggat waktu. Jika ini dilakukan oleh broker informasi (seperti Relawan TIK), spesifikasi ini dikomunikasikan secara tatap muka atau melalui internet.
  • Perancangan Produksi Informasi Tahap ini mencakup perencanaan urutan aktivitas, waktu, tempat, teknik, dan sumber daya SI yang akan digunakan. Hal ini melibatkan level keahlian "Strategi untuk menemukan informasi" dan "Menggunakan informasi". Tujuan utama adalah memastikan total waktu aktivitas tidak melebihi tenggat waktu yang ditetapkan.
  • Implementasi Rancangan (Produksi Informasi) Fase implementasi setara dengan level keahlian “Sintesis”. Inilah saat produksi informasi dilaksanakan. Proses produksi ini dimulai dengan pencarian data pada berbagai media penyimpanan atau dari sumber manusia. Pencari data harus mampu menilai kredibilitas dan akurasi data yang ditemukan. Data yang dipilih kemudian disusun dan disimpan.

    Selanjutnya adalah pemrosesan data, yang merupakan inti dari sintesis, di mana data dikombinasikan, dianalisis, dihitung, dibandingkan, dan diringkas. Pemrosesan ini mengubah data menjadi informasi yang berarti dan berguna. Setelah diproses, informasi akan disampaikan kepada pengguna akhir dalam format dokumen yang dikehendaki.

  • Evaluasi Produksi Tahap ini terkait dengan level keahlian “Evaluasi”. Informasi yang dihasilkan dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi awal dan untuk mengukur kepuasan pengguna. Pengendalian (kontrol) juga terjadi di sini, memastikan sistem beroperasi sesuai standar.
  • Pemeliharaan Informasi Tahap ini juga berada di bawah payung keahlian "Evaluasi". Data dan informasi yang tersusun harus dijaga ketersediaannya dan diperbarui seiring munculnya kebutuhan baru. Perlu diingat bahwa dalam siklus pemrosesan data, informasi yang dihasilkan dapat kembali dianggap sebagai data jika tidak lagi berguna, dan memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk menciptakan nilai baru.


Perangkat Teknologi Pendukung (Platform TIK)

    TIK adalah konvergensi teknologi telekomunikasi (komunikasi) dan komputer, yang memungkinkan pengguna untuk saling terhubung dan berbagi sumber daya SI.

    Perangkat teknologi yang digunakan dalam proses pemenuhan informasi mencakup seluruh sumber daya SI: Manusia (pengguna dan spesialis SI), Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), Data, dan Jaringan (Network).

    Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras adalah semua mesin dan peralatan fisik dalam sistem komputer. Ini meliputi Unit Sistem (tempat pemrosesan dan penyimpanan) dan Peripherals (perangkat masukan/keluaran) seperti monitor, keyboard, mouse, printer, dan speaker. Komputer tersedia dalam berbagai ukuran, dari perangkat genggam (handheld) dan laptop hingga sistem kelas menengah (midrange) dan mainframe besar.

Perangkat Lunak (Software) Terdapat dua jenis utama perangkat lunak:

  1. Perangkat lunak aplikasi: Dikembangkan untuk memecahkan masalah atau melakukan pekerjaan yang bermanfaat pada tugas-tugas tertentu. Contohnya termasuk aplikasi toko online atau pengolah kata.
  2. Perangkat lunak sistem: Memungkinkan perangkat lunak aplikasi berinteraksi dengan komputer dan membantu komputer mengelola sumber daya internal dan eksternalnya. Contohnya adalah sistem operasi (OS) seperti Microsoft Windows dan Unix.

    Jaringan (Network) Jaringan (Network) mencakup media komunikasi (seperti kabel atau teknologi nirkabel satelit) dan infrastruktur jaringan (seperti modem dan web browser). Jaringan memungkinkan kolaborasi dan komunikasi antar pengguna, seringkali menggunakan media digital seperti surat elektronik (e-mail), videoconferencing, atau forum diskusi.

    Dalam konteks kolaborasi, sistem dapat diakses secara offline (misalnya menggunakan flash disk atau CD/DVD ROM) atau online (menggunakan layanan cetak, penyimpanan digital berbagi, atau aplikasi teleconference).


Identifikasi Perangkat Lunak Berdasarkan Kategori Aktivitas

    Untuk mengidentifikasi jenis perangkat lunak yang relevan, aktivitas teknologi dalam proses pemenuhan informasi dikategorikan menjadi empat kelompok utama:

  1. K.1 Penyampaian: Menyampaikan data dan informasi kepada yang membutuhkan. (Fungsi Output)
  2. K.2 Pencarian: Menemukan berkas digital, data, atau informasi. (Fungsi Input)
  3. K.3 Penyimpanan: Menyimpan media penyimpanan digital dan memanipulasinya. (Fungsi Storage)
  4. K.4 Pengolahan: Mengolah data menjadi informasi sesuai kebutuhan. (Fungsi Processing)

    Aplikasi perangkat lunak dapat dipetakan ke dalam kategori-kategori ini untuk mendukung tahapan pemenuhan informasi. Sebagai contoh:

  • Aktivitas komunikasi di antara pihak berkepentingan (A.1.1) menggunakan kategori K.1 Penyampaian. Contoh aplikasi online dalam kategori ini termasuk Google Email (S.G5) dan Google Hangout (S.G7).
  • Aktivitas pemrosesan data (A.3.2) menggunakan kategori K.4 Pengolahan. Aplikasi offline seperti LibreOffice Calc (S.L2) atau Audacity (S.A1, untuk pengolahan suara) adalah contohnya. Google Document/Spreadsheet (S.G2, S.G3) melayani fungsi pengolahan data secara kolaboratif online.
  • Pencarian data (A.3.1.1) menggunakan kategori K.2 Pencarian. Contoh aplikasinya adalah Google Search Engine (S.G9).
  • Tiga jenis utama file data yang sering dikelola dalam proses ini adalah dokumen, worksheet, dan basis data. File-file ini adalah kumpulan data atau program yang disimpan dalam penyimpanan sekunder.

Intensitas Penggunaan Perangkat Lunak

    Menganalisis intensitas penggunaan aplikasi adalah penting. Perangkat lunak yang paling sering digunakan atau memiliki intensitas tinggi dalam alur kerja pemenuhan informasi menunjukkan area yang kritis. Jika seseorang lemah dalam menguasai aplikasi berintensitas tinggi, kemungkinan besar ia akan terhambat dalam menyelesaikan tugasnya.

    Dalam skenario contoh pemenuhan informasi (berdasarkan Tabel 4.8 dari sumber E), aplikasi pengolah kata dan dokumen adalah yang paling sering digunakan.

  • LibreOffice Writer (S.L1) dan Google Document (S.G2) memiliki intensitas penggunaan tertinggi.
  • Diikuti oleh aplikasi berbasis tabel seperti LibreOffice Calc (S.L2) dan Google Spreadsheet (S.G3).

    Tingginya intensitas ini menekankan bahwa keahlian dalam produksi konten dasar (teks dan data tabular) adalah fundamental bagi pengguna akhir dan menjadi prioritas pelatihan yang diberikan oleh Relawan TIK.


Kesimpulan

    Kerangka kerja Pemenuhan Informasi adalah panduan vital untuk mencapai tujuan Masyarakat Informasi, yaitu keuntungan kompetitif melalui TIK. Proses ini terbagi dalam lima tahap yang didukung oleh sumber daya SI terintegrasi—terutama perangkat lunak aplikasi dan sistem. Penguasaan keahlian teknis TIK, mulai dari dasar seperti mengoperasikan sistem dan aplikasi desktop hingga penggunaan platform online (seperti Google Document dan Email), sangat menentukan keberhasilan individu dalam memproses data menjadi pengetahuan yang bernilai, sehingga mencegah terjadinya kebutaan informasi.


Daftar Pustaka

  • A. 04 Perangkat Lunak Komputer.pdf 
  • B. Williams Sawyer - Using Information Technology.pdf 
  • C. Obrien Marakas - Introduction to Information System.pdf 
  • D. Rainer Cegielsky - Introduction to Information System.pdf 
  • E. Cahyana - Aktivitas dan Kompetensi Relawan TIK.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instalasi LinuxMint dengan Virtual Box

MASYARAKAT IFORMASI

PENGELOLAAN PENGETAHUAN