Jaringan Komputer
Tulang Punggung Dunia Digital dan Arsitektur Penghubung di Era Konektivitas Global
Fondasi Digital Sebuah Jaringan
Di tengah kemajuan teknologi informasi, kita mendapati bahwa hampir semua sistem dan komunikasi yang kita gunakan didasarkan pada konsep digital. Secara umum, digital berarti berbasis komputer. Dalam konteks komputer, sinyal komunikasi atau informasi direpresentasikan dalam cara dua kondisi atau biner, yaitu 0 dan 1, menggunakan sinyal elektronik atau elektromagnetik, di mana setiap sinyal tersebut merepresentasikan satu bit.
Konvergensi antara teknologi komputer dan telekomunikasi inilah yang melahirkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK memungkinkan setiap individu pengguna komputer untuk saling terhubung dan berbagi sumber daya Sistem Informasi (SI). Hasil dari konvergensi ini adalah Jaringan Komputer—atau yang sering disebut Network—yaitu sistem interkoneksi dari komputer, telepon, atau perangkat komunikasi lainnya yang dapat berkomunikasi satu sama lainnya dan berbagi data dan aplikasi. Jaringan menjadi infrastruktur penting yang mendukung tidak hanya Web, tetapi juga sistem komunikasi lain seperti email dan pesan instan.
Keuntungan Mendasar dari Jaringan
Penggunaan jaringan memberikan keuntungan yang signifikan bagi individu maupun organisasi, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi. Keuntungan utama dari jaringan meliputi:
- Berbagi Perangkat Peripherals: Jaringan memungkinkan berbagi perangkat keras periferal seperti printer dan perangkat penyimpanan.
- Berbagi Program dan Data: Pengguna dapat berbagi akses ke program dan koleksi data, yang sangat penting untuk fungsi bisnis.
- Komunikasi yang Lebih Baik: Jaringan mendukung kolaborasi dan komunikasi yang lebih efektif melalui media digital seperti surat elektronik (e-mail), videoconferencing, atau forum diskusi.
- Keamanan Informasi (Backup): Jaringan, terutama ketika dikelola dengan baik, dapat menyediakan mekanisme cadangan (backup) untuk memastikan keamanan data.
- Akses ke Basis Data: Memungkinkan akses ke basis data terpusat.
Sinyal dan Peran Modem
Sebelum data dapat dikirimkan melalui jaringan, terutama melalui jalur komunikasi tradisional, kita harus memahami perbedaan antara sinyal analog dan digital. Sinyal analog diwakili oleh gelombang kontinu yang digunakan untuk komunikasi suara (seperti jalur telepon konvensional). Sementara itu, data dari komputer berada dalam bentuk digital (denyutan tegangan).
Di sinilah peran Modem menjadi vital. Modem, singkatan dari “modulate/demodulate”, adalah perangkat yang diperlukan untuk memungkinkan komputer berkomunikasi menggunakan jaringan telepon standar. Modem pengirim akan memodulasi sinyal digital ke dalam sinyal analog untuk ditransmisikan melalui jalur telepon, dan modem penerima akan demodulasi sinyal analog kembali menjadi sinyal digital.
Jenis-Jenis Jaringan Berdasarkan Cakupan Geografis
Jaringan dapat dikategorikan berdasarkan jangkauan geografisnya:
- Wide Area Network (WAN): Jaringan komunikasi yang mencakup area geografis yang sangat luas, seperti negara, benua, atau seluruh dunia. WAN dapat menggunakan kombinasi satelit, kabel serat optik, dan koneksi nirkabel lainnya. Contoh terbaik dan terluas dari WAN adalah Internet.
- Metropolitan Area Network (MAN): Jaringan yang mencakup kota atau daerah pinggiran kota. Jangkauan geografisnya berada di antara WAN dan LAN.
- Local Area Network (LAN): Menghubungkan komputer dan perangkat dalam area geografis terbatas, seperti satu kantor, satu gedung, atau sekelompok bangunan yang berdekatan. LAN adalah dasar untuk sebagian besar jaringan kantor dan sering menggunakan arsitektur client/server atau peer-to-peer. LAN dari kantor-kantor yang berbeda di kampus universitas dapat dihubungkan menjadi campus-area network (CAN).
- Home Area Network (HAN): Menggunakan koneksi kabel atau nirkabel untuk menghubungkan perangkat digital rumah tangga, mulai dari komputer, printer, hingga sistem keamanan dan konsol videogame.
- Personal Area Network (PAN) / Wireless PAN (WPAN): Menggunakan teknologi nirkabel jarak pendek (sekitar 30 kaki atau 10 meter) seperti Bluetooth, untuk menghubungkan elektronik pribadi seperti telepon seluler, PDA, dan printer.
Struktur Jaringan: Client/Server vs. Peer-to-Peer
Jaringan diorganisir dalam struktur logis, atau topologi, tertentu. Dua cara utama jaringan disusun adalah model client/server dan peer-to-peer.
1. Jaringan Client/Server Jaringan ini terdiri dari klien dan server. Klien adalah mikrokomputer yang meminta data atau layanan, dan server adalah komputer pusat yang menyediakan data atau layanan tersebut. Server dapat berupa versi PC yang lebih kuat atau bahkan mainframe.
Terdapat berbagai jenis server yang menjalankan fungsi spesifik:
- File Server: Bertindak seperti disk drive, menyimpan berkas program dan data yang dibagikan kepada pengguna.
- Database Server: Komputer yang menyimpan data tetapi tidak menyimpan program.
- Print Server: Mengendalikan satu atau lebih printer.
- Web Server: Mengandung halaman web yang dapat dilihat melalui browser, bertugas mengelola halaman web yang tersimpan.
- Mail Server: Mengelola surat elektronik (e-mail).
Dalam arsitektur multitiered (N-tier), pekerjaan jaringan dibagi di antara beberapa level server, di mana Web server melayani halaman web, dan Application server menangani operasi aplikasi dan menyediakan konektivitas ke sistem bisnis atau basis data back-end organisasi.
2. Jaringan Peer-to-Peer (P2P) Dalam jaringan P2P, semua mikrokomputer dalam jaringan berkomunikasi secara langsung satu sama lain tanpa bergantung pada server pusat. Setiap komputer dapat berbagi file dan periferal dengan semua komputer lain. P2P lebih murah dan efektif untuk jaringan kecil (hingga sekitar 25 komputer). Model ini digunakan secara luas untuk berbagi file, dengan arsitektur yang dapat memiliki server pusat untuk direktori (seperti Napster) atau arsitektur murni P2P tanpa direktori pusat. Dalam P2P, setiap komputer bertindak sebagai klien sekaligus server.
Jaringan Khusus dan Jaringan Pribadi
Tiga jenis jaringan khusus sering digunakan oleh organisasi untuk tujuan tertentu:
- Intranet: Jaringan pribadi internal organisasi yang menggunakan infrastruktur, protokol, dan standar Internet dan Web (seperti TCP/IP). Jaringan ini hanya untuk penggunaan internal.
- Extranet: Intranet pribadi yang diperluas untuk menghubungkan tidak hanya personel internal tetapi juga pemasok terpilih dan mitra strategis lainnya (untuk pihak luar tertentu). Extranet populer untuk transaksi standar seperti pembelian.
- Virtual Private Network (VPN): Menggunakan jaringan publik (biasanya Internet) untuk terhubung ke lokasi yang jauh secara aman, seringkali menggunakan teknologi yang disebut tunneling.
Komponen Inti Komunikasi Jaringan
Komunikasi yang efektif dalam jaringan bergantung pada tiga elemen fundamental:
- Node: Perangkat apa pun yang terhubung ke jaringan, misalnya mikrokomputer, terminal, perangkat penyimpanan, atau printer.
- Paket (Packet): Pesan elektronik dikirimkan sebagai paket, yaitu blok data dengan panjang tetap untuk transmisi. Komputer pengirim memecah pesan menjadi paket-paket, dan paket-paket ini dapat dikirim melalui rute yang berbeda sebelum tiba di tujuan, di mana komputer penerima akan memasangnya kembali.
- Protokol (Protocol): Sekumpulan kesepakatan atau aturan yang mengatur pertukaran data antara komponen perangkat keras dan/atau perangkat lunak dalam jaringan komunikasi. Protokol memastikan bahwa perangkat yang berbeda dapat memahami data yang ditransmisikan. Protokol paling penting yang digunakan saat ini adalah Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).
Struktur TCP/IP TCP/IP adalah standar komunikasi yang terdiri dari empat lapisan (berdasarkan model referensi Departemen Pertahanan AS):
- Lapisan Aplikasi (Application Layer): Memungkinkan program aplikasi klien mengakses lapisan lain, mencakup protokol seperti HTTP (untuk transfer halaman Web).
- Lapisan Transport (Transport Layer): Bertanggung jawab untuk mengatur dan mentransfer data antar node (titik) dalam jaringan.
- Lapisan Internet (Internet Layer) / Lapisan Jaringan (Network Layer): Bertanggung jawab untuk membongkar, mengirimkan, dan memasang kembali paket selama transmisi. Setiap perangkat yang terhubung memiliki alamat IP (Internet Protocol) sehingga data dapat diarahkan dengan benar.
- Lapisan Antarmuka Jaringan (Network Interface Layer) / Lapisan Fisik (Physical Layer): Menghubungkan perangkat ke jaringan dan menentukan media fisik.
Perangkat Keras Infrastruktur Jaringan
Jaringan yang lebih besar, terutama yang saling terhubung (WAN ke LAN), memerlukan perangkat keras khusus:
- Hub: Titik koneksi umum yang menyalin paket yang datang ke satu port ke semua port lainnya sehingga semua segmen LAN dapat melihat semua paket. Hub adalah perangkat half-duplex (mengirim data dalam dua arah tetapi hanya satu arah pada satu waktu).
- Switch: Perangkat yang menghubungkan komputer ke jaringan. Berbeda dengan hub, switch hanya mengirimkan pesan ke penerima yang dimaksud, yang meningkatkan kinerja jaringan. Switch adalah perangkat full-duplex (mengirim dan menerima data pada saat yang bersamaan).
- Router: Komputer khusus yang mengarahkan pesan komunikasi ketika beberapa jaringan terhubung bersama. Router dapat berfungsi sebagai bagian dari tulang punggung Internet (backbone).
- Bridge: Antarmuka yang digunakan untuk menghubungkan jenis jaringan yang sama, misalnya dua LAN yang serupa.
- Gateway: Antarmuka yang mengizinkan komunikasi antara jaringan yang berbeda (dissimilar networks), misalnya antara LAN dan WAN.
- Network Interface Card (NIC): Kartu yang memungkinkan komputer mengirim dan menerima pesan melalui jaringan.
- Network Operating System (NOS): Perangkat lunak sistem yang mengelola aktivitas jaringan. NOS mendukung akses oleh banyak pengguna dan mengatur pengenalan pengguna berdasarkan kata sandi. Contohnya termasuk Novell NetWare, Microsoft Windows Server, Unix, dan Linux.
Topologi Jaringan: Bus, Ring, dan Star
Topologi adalah tata letak logis (bentuk) jaringan. Tiga topologi dasar yang paling populer adalah:
- Bus Network: Semua node terhubung ke satu kabel atau saluran tunggal (bus) yang memiliki dua titik akhir. Keuntungannya relatif murah untuk dipasang, dan dapat diorganisir sebagai client/server atau peer-to-peer. Namun, jika koneksi pada bus terputus, seluruh jaringan dapat berhenti bekerja.
- Ring Network: Semua perangkat terhubung dalam lingkaran tertutup terus menerus tanpa titik akhir. Pesan dilewatkan di sekeliling cincin hingga mencapai tujuan yang tepat. Keuntungannya adalah tidak ada bahaya tabrakan pesan karena pesan mengalir hanya dalam satu arah. Kelemahannya, jika satu koneksi rusak, seluruh jaringan berhenti.
- Star Network: Semua perangkat terhubung langsung ke hub atau server pusat. Pesan diarahkan melalui hub pusat ke tujuan. Keuntungannya adalah hub mencegah tabrakan pesan, dan jika koneksi antara satu perangkat dengan hub terputus, sisa perangkat pada jaringan akan terus beroperasi. Namun, jika hub pusat mati, seluruh jaringan akan terhenti.
Kesimpulan
Jaringan komputer adalah infrastruktur vital yang memungkinkan konvergensi TIK, mengubah data menjadi sinyal digital dan mentransmisikannya melalui berbagai media dan arsitektur (seperti LAN, WAN, client/server, dan P2P). Jaringan ini didukung oleh komponen keras khusus (seperti router dan switch) dan protokol standar (TCP/IP) yang memastikan pertukaran data yang efisien dan aman dalam bentuk paket. Dengan memahami kerangka kerja dan komponen ini, organisasi dapat memanfaatkan konektivitas untuk meraih keuntungan kompetitif dan memfasilitasi komunikasi global.
Daftar Pustaka
- A. 05 Jaringan Komputer.pdf
- B. Williams Sawyer - Using Information Technology.pdf
- C. Obrien Marakas - Introduction to Information System.pdf
- D. Rainer Cegielsky - Introduction to Information System.pdf
- E. Cahyana - Aktivitas dan Kompetensi Relawan TIK.pdf

Komentar
Posting Komentar